(0274) 287 1809 rumahmesin@gmail.com

Sudah mengenalkah berbagai macam roti khas eropa? Yuk… Mari mengenal roti khas eropa lebih dekat!!!!!! Sebelumnya, kita harus tau arti dasar Roti. Roti adalah makanan yang berbahan dasar tepung dan air. Roti awalnya mempunyai rasa yang tawar, sehingga ada banyak variasi rasa untuk membuat roti agar menjadi lebih enak dan nikmat.

Roti khas eropa adalah roti yang hanya berbahan tepung, air, ragi, dan garam. Tidak seperti roti khas benua lainnya yang berbahan tambahan seperti telur, susu, dan minyak. Roti khas eropa terkenal keunikannya, karena memiliki beragam bentuk dan ukuran. Bahkan ada yang memiliki ukuran yang tidak seperti sewajarnya ukuran roti. Itulah yang membuat unik dengan roti eropa.

Dari sarapan, makan siang , hingga makan malam kebanyakan dari orang eropa memakan roti.Karena selain makanan yang mudah di dapat dan praktis, oleh masyarakat eropa dijadikan santapan utama sebelum beraktifitas. Pada umumnya, roti khas eropa berukuran besar dan panjang. Berbeda dari roti-roti orang asia, yang kebanyakan berukuran mungil-mungil.

Maka dalam artikel kali ini saya akan membahas macam-macam roti khas eropa.

Baca juga : Ini Dia 25 Jenis Macam-macam Roti, Aspan Gizai Sehari-hari

 

7 Macam Roti Khas Eropa

 

1. Baguette atau French Bread

roti khas eropa

Baguette atau French Bread adalah roti khas eropa yang berasal dar negara Perancis yang juga digunakan sebagai simbol budaya yang memiliki bentuk dengan panjang  bisa mencapai 1 meter. Ada yang mengatakan mirip seperti tongkat, karena saking panjangnya.

Bahan untuk membuatnya hanya menggunakan tepung, air, ragi, dan garam saja. Kulitnya tebal dan keras yang didalamnya berongga lumayan besar. Bisa dimakan langsung atau dengan menambahkan berbagai macam topping sesuai dengan selera.

Dan lebih nikmat lagi kalau disantap dengan ditemani kopi atau cokelat, yaitu dengan cara di celupkan.

2. Focaccia

roti khas eropa

Focaccia adalah roti khas eropa yang berasal dari Italia yang mirip seperti pizza yang berbahan khas yang mengandung rempah rosemary. Tetapi roti ini kalau dilihat sekilas, mirip roti biskuit.

Yang membedakannya hanya pada ukurannya. Kalau Roti biskuit, biasanya hanya berukuran kecil-kecil, tetapi untuk focaccia ukurannya ada yang sedang dan ada yang berukuran besar. Biasanya memiliki permukaan yang berlubang-lubang dan ada yang ditambahkan topping diatasnya sehingga tidak kelihatan lubangnya.

Dalam pembuatannya bisa ditambahkan berbagai macam topping sesuai selera. Misalnya dengan menaburi dengan daging, keju, dan lain-lain. Biasanya roti ini dapat digunakan sebagai side dish untuk berbagai jenis masakan dan dapat pula digunakan sebagai bahan dasar pizza ataupun untuk membuat roti lapis.

3. Bagel

roti khas eropa

Bagel adalah roti khas eropa yang bentuknya mirip cincin dengan ukuran sebesar telapak tangan .Asalnya dari Eropa bagian timur yang kemungkinan besar berasal dari negara Polandia.

Bahan yang digunakan yaitu tepung dan ragi yang di rebus kedalam air, setelah itu ditiriskan dan kemudian dipanggang sampai berwarna kecokelatan. Bagel  mempunyai  tekstur yang padat dan kenyal dengan bagian luar keras dan garing, namun terasa renyah saat dimakan.

Pada awalnya bagel mempunyai rasa yang sedikit hambar. Namun sesuai perkembangan zaman, roti ini mulai diperpadukan dengan berbagai macam topping. Ada berbagai macam topping, seperti daging sapi, daging ayam, berbagai macam sayuran, dan lain-lain sesuai dengan selera.

4. Pretzel

roti khas eropa

Pretzel adalah roti khas eropa, yang belum diketahui darimana asal sebenarnya. Dari sumber yang diketahui, konon roti ini berasal dari negara Jerman. Ciri khas dari kue ini mempunyai bentuk seperti simpul yang konon katanya merupakan simbol ketika berdo’a oleh umat Kristiani.

Cara membuatnya dengan cara dipanggang sampai berwarna kecoklatan dan sedikit mengkilap. Tekstur dari pretzel ada yang lunak dan ada yang keras, tergantung pembuatannya.

Pretzel memiliki rasa yang manis dan asin. Dengan adanya perkembangan zaman, roti ini memiliki beberapa variasi simpul dan ada yang berbentuk lurus seperti tongkat.

Ketika perayaan natal, biasanya roti ini dilapisi dengan coklat dan bertekstur keras. Untuk penyajiannya dengan mencelupkan kedalam mustard.

5. Croissant

roti khas eropa

Croissant atau disebut juga roti bulan sabit adalah roti khas eropa yang berasal dari negara Perancis. Tapi kalau dilihat sekilas, kue ini mirip dengan kepompong.

Disebut dengan roti bulan sabit, karena pada awalnya roti ini dibuat mirip dengan bulan sabit sebagai simbol oleh umat Kristiani. Digunakan untuk perayaan kemenangan pada peperangan ketika memperebutkan kotanya.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat croissant antara lain tepung, telur, susu, ragi dan mentega. Kue ini mempunyai tekstur yang empuk tapi kalau dimakan rasanya gurih karena menggunakan butter.

Dengan bentuk yang mirip dengan bulan sabit, maka pembuatannya dengan cara menggulung adonan yang sudah di roll. Kemudian dipotong berbentuk segitiga yang kemudian digulung mulai dari pangkal hingga sampai keujung.

Roti ini dalam pembuatannya tidak diberi isian saat pemanggangannya. Kalau dibelah, tidak akan berantakan karena roti ini empuk yang didalamnya mempunyai rongga seperti roti khas eropa yang lain.

Keunikan dari kue ini, bagian dalamnya berupa lapisan-lapisan yang melingkar. Tetapi dalam pembuatannya tidak lah mudah, karena pembuatannya menggunakan teknik laminasi dengan menggunakan mentega sebagai lemak.

Dalam penyajiannya, croissant biasanya disajikan dengan selai ataupun butter agar ketika disantap tidak berasa tawar. Karena memiliki karakter rasa yang tawar, sehingga paling enak dijadikan sandwich dengan berbagai macam isian.

6. Scone

roti khas eropa

Scone adalah roti khas eropa yang dibuat dengan bahan gandum, haver, dan backpuder sebagai pengembang, kemudian dipanggang. Namun scone tidak  beragi, tidak seperti roti khas eropa lainnya.

Roti ini mempunyai bentuk bulat dan biasanya besarnya seukuran piring.Memiliki rasa yang agak manis dan cara membuatnya ada yang dilapisi dengan kuning telur sebelum dipanggang di atas griddle.

Scone paling enak disantap ketika sarapan dengan didampingi teh hangat. Dilihat dari sejarahnya, roti ini berasal dari Skotlandia yang akhirnya diadopsi oleh orang-orang inggris sebagai makanan pokok ketika sarapan.

Ada beberapa varian dalam pembuatannya, yaitu dengan cara tradisional dan dengan cara modern seperti memakai tambahan keju, coklat, dan kismis. Bahkan scone cenderung dibuat dengan menggunakan resep keluarga.

Untuk penyajiannya, biasanya dipotong berbentuk segitiga dan ditemani dengan teh hangat.

7. Sourdough

roti khas eropa

 

Sourdough adalah roti yang dibuat dengan bahan dari 100% tepung gandum. Cara pembuatannya dengan di fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus dan ragi yang terjadi secara alami.

Roti yang populer di Eropa bagian utara ini, memiliki rasa asam yang dihasilkan oleh bakteri Lactobacillus. Sourdough memiliki ukuran yang besar, tekstur yang lebih padat dan memiliki rasa yang renyah.

Roti ini sangat digemari oleh masyarakat Eropa pada umumnya. Untuk penyajian dan menikmatinya, dengan cara diiris dan langsung dimakan, ataupun diisi dengan bahan isian sandwich sesuai selera. Nikmati dengan teh hangat ataupun dengan sup krim hangat sebagai menu sarapan.

Itulah 7 macam roti khas eropa yang wajib anda ketahui. Sudah pernah mencobakah kamu salah satu dari 7 roti khas eropa itu?????? Kalau belum, setidaknya kamu sudah tahu macam-macamnya…..